Selamat Datang di Website SPB Majelis Jemaat GKE Muara Teweh
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2021

Pdt. Ari Triswanto, M.Div.: Yesus Kristus Jaminan Suatu Perjanjian Yang Lebih Kuat

MUARA TEWEH -   Agama Yahudi menyatakan bahwa ketaatan kepada Hukum Taurat adalah hal penting, mutlak, dan tidak dapat dilanggar sedikit pun. Jika seseorang dapat menaatinya tanpa bercela, orang tersebut dapat disebut "sahabat Allah". Pada kenyataannya ketaatan sempurna mustahil dapat diraih oleh manusia yang telah jatuh dalam dosa sehingga Allah memberikan solusi bagi umat-Nya yang melakukan pelanggaran, yaitu mempersembahkan kurban bakaran. Hal ini diutarakan oleh Pdt. Ari Triswanto, M.Div. dalam Ibadah SPB MJGKE Muara Teweh yang dilaksanakan pada Jum'at malam (22/10/2021) di Gereja "Anugerah" Rapen.

"Sosok Imam Besar berperan sangat penting dalam kehidupan orang Yahudi. Imam Besar adalah pribadi yang dipilih dan dipersiapkan Allah. Merekalah yang akan melakukan serangkaian peraturan keagamaan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tujuannya untuk mendekatkan manusia kepada Penciptanya dan memohon kemurahan serta anugerah-Nya. 

Allah tidak hanya memberikan kasih-Nya kepada bangsa Yahudi saja, tetapi juga kepada semua bangsa. Dia ingin kasih-Nya dikenal oleh manusia, oleh  sebab itu, Tuhan Allah bersumpah untuk memberikan kasih-Nya dengan sempurna, walaupun tidak ada manusia yang sempurna, sehingga Allah menyatakan bahwa Yesus adalah jaminan dari sumpah-Nya, Jaminan Suatu Perjanjian yang Lebih Kuat. Iman kepada Yesus akan mengantar kita orang yang berdosa kepada Allah Yang Maha Tinggi."  Demikian beberapa uraian bagian Firman Tuhan dari Bacaan Ibrani 7 : 11 - 22 yang dikemukakan oleh Pdt. Ari Triswanto, M.Div. yang juga merupakan Ketua Majelis Jemaat/Resort GKE Muara Teweh kepada kaum bapak yang hadir dalam ibadah SPB.

Lebih lanjut Pdt. Ari menyatakan bahwa dalam iman Kristen, Kristus berperan sangat sentral bagi kehidupan orang percaya, karena Kristen artinya pengikut Kristus, maka sikap hidup orang beriman harus sesuai dengan pengajaran dan kehendak Kristus. Yesus Kristus adalah kurban penebusan dosa. Dengan darahNya kita telah ditebus, sehingga tidak perlu ada lagi kurban bakaran ataupun darah yang diteteskan/dicurahkan untuk memohon kemurahan Allah. 

"Kita umat Tuhan, harus meninggalkan kebiasaan lama yang mempergunakan darah dan kurban-kurban lain untuk hal-hal yang berhubungan dengan damai sejahtera dari Allah, misalkan saat membangun rumah anak-anak Tuhan, tidak perlu lagi dipasangkan telur disetiap tiang/sotoh rumah, dipercikkan darah ayam atau binatang lain sebagai tanda memohon berkatNya, sebab Yesus Kristus telah mengurbankan dirinya, bahkan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, sebagai anak domba Allah yang tidak bercacat cela, sebagai kurban bakaran yang berbau harum bagi Allah." Demikian ditegaskan Pdt.Ari Triswanto dalam khotbahnya.

Ibadah yang dipimpin Liturgos Pnt. Silas Patiung, berjalan dengan sangat lancar ditambah dengan suara merdu dari Bpk. Lelo Bayano dan Bpk. Bambang Suprianto sebagai Song Leader yang mengiring Permainan apik dari Keyboardist Bpk. Edo Idjard dalam irama dan tempo yang tegas.

Pnt. Esdi Pangganti, Ketua SPB Muara Teweh didampingi Sekretaris SPB, Dkn. Muran -saat ibadah SPB tersebut berperan sebagai pengantar ibadah-, menyampaikan ungkapan terimakasih untuk kehadiran dan kesetiaan kaum bapak SPB dalam setiap ibadah yang rutin diselenggarakan, serta terimaksih sedalam-dalamnya dan doa kepada kaum bapak yang telah menyumbangkan serta menyediakan snack secara sukarela saat ibadah SPB -Bpk.Bambang Suprianto, Bpk.Lelo Bayano, Bpk.Sugianto Nias Taru-, sekaligus berharap pada Jumat depan (29/10/2021) dapat hadir pada ibadah SPB dalam Rangka Hari Bapak GKE Tahun 2021 di gereja Imanuel, pukul 16.30 dengan mengundang Kaum Ibu SPPer Jemaat GKE Muara Teweh dan SPB dalam lingkup Resort GKE Muara Teweh. (sdp)

Senin, 26 Agustus 2019

HIDUP TAAT DALAM FIRMAN TUHAN DAN SETIA DENGAN IMAN

Satu hal yang sangat menonjol yang kita saksikan dari jemaat Filadelfia adalah penilaian sangat baik yang diberikan Tuhan kepada Jemaat ini. 

Tidak seperti jemaat Tuhan lainnya (kecuali jemaat Smirna), sama sekali tidak ada celaan maupun kecaman yang Tuhan sampaikan dalam surat kepada jemaat ini; yang ada hanya pujian semata. 

Mengapa jemaat Filadelfia mendapat penilaian yang demikian baik dari Tuhan?

Arti kata Filadelfia adalah KASIH PERSAUDARAAN. 

Jemaat Filadelfia adalah salah satu jemaat yang tidak mendapatkan teguran karena jemaat ini berkenan dihadapan Tuhan  bahkan  gereja Filadelfia dikategorikan oleh para ahli dan sarjana Alkitab sebagai Gereja Yang Kristus Kasihi atau The Church Christ Loved. 

Apa yang dinyatakan Tuhan tentang Filadelfia? Setelah melewati masa-masa gereja yang menyedihkan mulai dari Jemaat efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira dan Sardis, kini kita tiba pada jemaat di Filadelfia. Dan kita akan menemukan beberapa hal yang akan membuat kita mengerti gereja seperti apa yang Tuhan idam-idamkan.

Karakter Jemaat Filadelfia dibangun di atas Firman, buktinya mereka taat Firman. Gereja Filadelfia dikenal karakternya sebagai gereja yang selalu semangat , bergairah dan menghargai serta menjunjung tinggi Firman Tuhan, bahkan sudah melalui proses kelahiran baru lewat benih Firman yang hidup ( I Pet 1:23 ) maka tak heran kalau mereka mendapat :
1). PUJIAN
Wahyu 3:8 “ Aku tahu segala pekerjaanmu, lihatlah Aku telah membuka pintu bagimu yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu.”

2). TEGURAN
Tidak ada. Tuhan tidak menegur jemaat di Filadelfia.

3). JANJI
Wahyu 3:10 “ Karena engkau menuruti firmanKu,untuk tekun menantikan Aku,maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. “  Tuhan berjanji kalau jemaat Filadelfia akan Tuhan luputkan dari hari pencobaan.

Apa yg dimaksud dengan hari pencobaan ? Dalam terjemahan NIV, pencobaan yg dimaksud di sini dituliskan  the hour of trial/ temptation, itulah masa-masa sukar, masa-masa aniaya antikris. Inilah janji Tuhan pada jemaat di Filadelfia bahwa mereka akan diluputkan dari aniaya anitikris dan mengalami rapture. Dan janji ini juga berlaku untuk kita yg menghargai Firman Pengajaran serta hidup di dalam Firman Pengajaran itu sendiri.

Sebagaimana yang Tuhan sendiri katakan dalam ayat 8 (“Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa…”), jemaat Filadelfia sesungguhnya adalah jemaat yang kecil dan lemah. Seperti kebanyakan jemaat Tuhan, mereka mengalami kesusahan yang sangat berat. Dalam keterbatasan mereka, mereka diperhadapkan kepada satu kekuatan besar yang disebut Tuhan sebagai jemaah Iblis, yaitu orang-orang yang berbohong dengan mengaku-ngaku sebagai “Yahudi tapi sebenarnya tidak demikian” (ay. 9). Orang-orang ini menekan, membenci, dan memusuhi mereka karena pengakuan iman jemaat bahwaYesus adalah Mesias. Mereka ini menganggap bahwa pengakuan iman yang demikian itu adalah dosa penghujatan kepada Allah.

Kelihatannya memang tidak seimbang. Mereka yang kecil dan lemah menghadapi pencobaan yang begitu berat. Namun ternyata mereka tetap kuat. Mereka tetap taat kepada Firman Tuhan dan setia dalam iman mereka. Mereka juga tetap hidup seturut dengan Firman Tuhan dan tidak sekalipun mereka menyangkal nama Tuhan Yesus (ay. 8). Karena itulah Tuhan memuji mereka dan berkenan memberkati mereka. Sebagaimana ditegaskan Tuhan dalam surat-Nya kepada jemaat Filadelfia, Tuhan berjanji bahwa Ia akan menyerahkan orang-orang yang mengaku Yahudi itu kepada mereka (ayat 9), Ia akan melindungi mereka dari pencobaan besar yang akan datang (ayat 10), dan akan memberi kehormatan yang besar kepada mereka (ayat 12).

Menyaksikan teladan hidup yang begitu luar biasa dan bagaimana penilaian yang diberikan Tuhan kepada jemaat ini, tidak mengherankan jika ada penafsir yang berkata bahwa jemaat Filadelfia merupakan jemaat yang ideal yang sungguh layak diteladani. Demikianlah setiap jemaat Tuhan, termasuk kita di sini, dipanggil dan dikehendaki Tuhan untuk menjadi seperti jemaat Filadelfia.


SPB MJGKE MUARA TEWEH

Kamis, 13 Juni 2019

Janji Allah Akan Keselamatan


Setiap orang pasti senang kalau dijanjikan sesuatu yang positif, karena di dalam janji itu ada pengharapan.

1. Manusia diselamatkan karena iman di dalam Yesus Kristus.
Bagi orang Kristen, janji keselamatan untuk hidup yang kekal hanya ada di dalam Yesus Kristus. Tidak ada yang lain. Siapa yang percaya kepada Kristus dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (bdk. Mrk. 16:16). Usaha manusia tidak dapat menggapai janji keselamatan itu. Itulah sebabnya Martin Luther menentang keras surat penghapus dosa, indulgensia itu, karena janji keselamatan hanya ada dalam anugerah Allah, gratis, cuma-cuma. Namun, demikian bukan berarti anugerah itu murahan. Ia menjadi mahal karena menuntut ketaatan iman setiap orang percaya untuk senantiasa ada dalam anugerah tersebut. Itulah sebabnya Bonhoeffer mengatakan iman hanya akan menjadi iman dalam tindakan ketaatan (Faith only becomes faith in the act of obedience).

2.  Hukum Taurat menuntun manusia pada anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Janji anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus, telah diperdengarkan sejak peristiwa kejatuhan manusia ke dalam dosa dalam protevangelium (injil pertama) dalam Kej. 3:15. Pertarungan tiada henti antara keturunan perempuan dan keturunan ular itu hingga kemenangan di pihak keturunan perempuan itu memberikan janji yang konsisten dan pasti ditepati oleh Allah melalui kehadiran Yesus Kristus yang mengalahkan kuasa Iblis. Disinilah peranan Hukum Taurat menyadarkan manusia akan dosa dan kebutuhan kasih karunia anugerah keselamatan itu. Taurat menuntun manusia menggapai anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, sehingga fungsi Hukum Taurat diperlukan oleh manusia untuk menyadarkan manusia akan perlunya kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus (bdk. ay 19, 24).

3.  Iman kepada Yesus Kristus menjadikan orang percaya sebagai ahli waris janji keselamatan.
Iman kepada Yesus Kristus menjadikan orang percaya sebagai ahli waris kerajaan sorga. Sebagai ahli waris, maka orang percaya diangkat menjadi anak-anak Allah yang berhak pada warisan sorgawi, yang dipersatukan di dalam iman kepada Yesus Kristus. Sebagai anak, orang-orang percaya dapat berseru kepada Allah, “ya Abba, ya Bapa!” Tidak ada lagi pembedaan Yahudi dan Yunani, hamba dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan. Semua satu di dalam Yesus Kristus (ay. 28). 

Jadi di dalam Yesus Kristus seluruh bagian disusun rapi menjadi satu kesatuan tubuh Kristus, dan Kristus menjadi kepala dari semuanya. Itu artinya Yesus Kristus menjadi pusat pikiran, hati, jiwa dan tujuan segenap kehidupan orang percaya, yang bermuara pada sikap ketaatan yang penuh kepada Allah dari orang percaya yang telah menerima anugerah Allah tersebut.

Janji Tuhan hari ini, “….demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:14.15). Ini adalah suatu janji yang luar biasa. Tidak ada satu pun orang di dunia yang mampu memberikan janji seperti ini. Karena Allah adalah pemilik hidup kita, tidak ada kata gagal di dalam segala rencana-Nya. Apa yang dijanjikan-Nya pasti berhasil. Sekalipun untuk perkara-perkara yang mustahil bagi kita. Syaratnya kita meninggikan dan percaya kepada Yesus.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)  

• Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini Inilah hakekat Allah yang kita sebut sebagai Allah adalah kasih (1 Yoh 4:16a). Sebobrok apapun kehidupan kita, kasih Allah kepada kita tidak pernah berubah. Bukan karena perbuatan baik kita, maka Ia mengasihi kita, namun Allah adalah kasih tidak pernah bisa berubah.
 

• Sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Kata “mengaruniakan” bisa berarti memberikan. Allah memberikan anak-Nya satu-satunya, Yesus Kristus, kepada dunia. Allah tahu betapa kejamnya dunia di saat Yesus lahir. Namun Allah menghadirkan Yesus sebagai Mesias, sang penyelamat, dan sebagai hamba, dalam waktu bersamaan. Yesus adalah raja (Dan 7:14). Yesus juga adalah hamba (Yes 42:1-4).
 

• Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 
Inilah janji Allah yang sangat luar biasa, percaya pada Yesus maka kita akan beroleh hidup yang kekal.


Kaum bapak sekalian, inilah yang Allah mau, percaya pada Yesus dan kita akan diselamatkan. Tuhan Yesus hadir bukan untuk menghakimi kita (Yoh 3:17). 

Ingatlah selalu janji Allah, pegang janji Allah yang tidak pernah ingkar, agar kita diselamatkan.

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 11 Juni 2019

ROH KUDUS SEBAGAI JAMINAN BERKAT

Tuhan memberikan berkat rohani dari surga kepada kita, karena Roh Kudus dan firman Tuhan ada dalam hidup kita, sehingga kita akan menerima semua berkat Tuhan yang tersedia di surga.

Kisah Para Rasul 26:17-18 Kita sebagai orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus pasti mendapat bagian dari apa yang ditentukan Tuhan bagi orang yang telah dikuduskan-Nya.  

Yeremia 29:11 (Baca) Rancangan damai sejahtera harus kita terima di sepanjang hidup kita. Kita harus melakukan tepat seperti yang Tuhan kehendaki agar memperoleh bagian yang Tuhan sudah tetapkan.

Roh Kudus menjadi jaminan berkat Tuhan bagi kita, artinya selama Roh Kudus dan firman Tuhan ada di dalam hidup kita maka kita pasti akan memperoleh semua yang Tuhan sudah sediakan untuk hidup kita.

Tiga (3) kebenaran penting bagi kita, supaya kita dapat terus menerima dan mengalami berkat Tuhan:

1.    Roh Kudus memimpin kita dalam seluruh kebenaran.
Yohanes 16:13 (baca) Roh Kudus memimpin kita dalam kebenaran firman Tuhan, sehingga setiap kali kita membaca firman Tuhan, kita akan memperoleh rhema. Rhema yang kita terima, memimipin kita dalam menggenapi kehendak Tuhan di dalam hidup kita.
 
Rhema hari ini Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
 
Sesuai firman Tuhan, kita harus hidup dalam segala kelimpahan karena kita telah menerima berkat rohani dari sorga, Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Yakub telah menerima berkat rohani dari Ishak, Ishak telah menerima dari Abraham. Abraham telah menerima berkat rohani dari Tuhan (Kejadian 12:1-3), sehingga mereka sangat kaya raya (konglomerat).

Kita pun harus memiliki hidup yang berkelimpahan. Kelimpahan terjadi karena Bapa Surgawi, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus datang ke dalam hidup kita, Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yohanes 14:23).

Bapa dan Tuhan Yesus ada di surga, Roh Kudus tinggal dalam hidup kita. Kita semua dipenuhi dengan firman dan Roh Kudus. Roh Kudus memimpin kita kepada seluruh kebenaran artinya Roh Kudus memimpin kita untuk taat, melakukan firman dan menggenapkan seluruh kehendak Tuhan dalam hidup kita yaitu hidup diberkati Tuhan dengan melimpah.

Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Kita adalah milik Bapa Surgawi dan Tuhan Yesus Kristus. Dan di dalam Kristus, kita telah menerima juga berkat bapa Abraham.”

2.   Roh Kudus memenuhi setiap anak-anak Bapa Surgawi yang akan menerima berkat Tuhan. Berkat Tuhan atas setiap orang percaya, berbeda.
 
a.  Yusuf
Kejadian 37:7-9 Yusuf dapat visi umur 17 tahun dan digenapi 13 tahun kemudian. Ketika visi itu digenapi maka Yusuf dipakai Tuhan untuk memelihara keluarga, orang Mesir dan bangsa-bangsa di sekitarnya pada nasa tujuh tahun kelaparan.

Yusuf disertai Tuhan karena Roh Tuhan ada di dalam diri Yusuf (Kejadian 39:2, 5-6). Tanda kita disertai Tuhan adalah apapun yang kita kerjakan dibuat Tuhan berhasil dan yang dimiliki dibuat Tuhan bertambah-tambah.

Kejadian 41:38-43 (baca) Kalau kita dipenuhi Roh Kudus maka apa yang dunia ini tidak miliki kita memiliki yaitu hikmat, pengetahuan, pengertian akal budi dari surga seperti Yusuf (ayat 38). Waktu kita punya Roh Kudus, kita tahu jalan keluar dari masalah.

Kalau kita dipenuhi dengan Roh Kudus, maka berkat Tuhan datang kepada kita, juga promosi dari Tuhan. Bagian kita adalah memberi diri kita kepada Tuhan, menjadikan firman Tuhan tinggal dalam hidup kita dan Roh Kudus bekerja bebas di dalam kita, maka berkat Tuhan terus mengalir sepanjang hidup kita.

b.  Kaleb
Bilangan 14:24 (baca), Kaleb taat dan setia kepada Tuhan karena Roh Kudus Tuhan ada dalam hidupnya, sehingga mendapat bagian yang terbaik bagi hidupnya, juga keturunannya.
Kita harus penuh dengan Roh Kudus maka keturunannya kita mendapat bagian yang terbaik dari Tuhan Mazmur 112:1-2 (baca)

c.  Daud
I Samuel 16:13 Daud adalah seorang yang selalu mendapatkan kemenangan atas musuh-musuh Israel karena Roh Kudus berkuasa dan tinggal di sepanjang hidupnya. Dan ia mendapatkan banyak jarahan dan menerima upeti-upeti dari bangsa-bangsa yang ditaklukannya (2 Samuel 8:1-2, 6-7, 10-12, 14b). Kalau kita ingin mendapat bagian yang Tuhan berikan, kita juga harus masuk di dalam peperangan rohani.

Daud menjadi seorang Raja Israel yang sangat kaya, (2 Samuel 12:30) mahkotanya terbuat dari emas yang beratnya 34 kg, yang dilengkapi dengan permata-permata yang mahal. Dengan kekayaannya Daud mendukung pembangunan Bait Suci yang dipimpin oleh Raja Salomo. Pada saat matinya, Daud penuh kekayaan dan kemuliaan (1 Tawarikh 29:28).

Kalau kita penuh Roh Tuhan, maka berkat yang tidak kita bayangkan, akan kita terima (1 korintus 2:9), dan disediakan sepanjang hidup kita (Amsal 4:18).

Hubungan kita dengan Tuhan, akan menentukan berkat Tuhan di dalam hidup kita. Kalau ingin terus mengalami berkat Tuhan yang melimpah, maka kita harus hidup benar sesuai dengan firman-Nya. Jangan pernah berharap dan mengandalkan manusia, hanya Tuhan yang menjadi sumber berkat.

d.  Daniel
Daniel seorang yang penuh dengan Roh Kudus sehingga ia dapat menjelaskan arti mimpi Raja Nebukadnezar. Raja telah memberikan kekayaan dan kemuliaan kepada Daniel (Daniel 2:48-49).
Daniel 5:10-12, Permaisuri Raja mempromosikan Daniel kepada raja karena dia penuh dengan Roh Kudus. Daniel sanggup menjelaskan arti tulisan yang ditulis oleh tangan. Daniel menyampaikan akhir pemerintahan Raja.

Kalau kita dipromosikan karena orang tahu kita penuh dengan Roh Kudus, kita adalah anak Bapa Surgawi, kita mampu memberi jalan keluar dari masalah, dan menyampaikan kehendak Tuhan yang di surga, maka kita akan menerima berkat-berkat Tuhan. Daniel 5:29 & Daniel 6:29 (baca)

3.   Hidup dipimpin Roh Kudus
Kalau kita sudah hidup dalam Tuhan dan sangat diberkati, maka jangan pernah meninggalkan Tuhan, tidak taat kepada firman-Nya dan mendukakan Roh Kudus supaya berkat-berkat-Nya tetap kita terima dan miliki di sepanjang hidup kita. Dan kita tidak akan pernah kekurangan, sebaliknya semakin diberkati (Efesus 4:30-31, Mazmur 34:9-11). Amin.

Sumber : http://www.gds.or.id/id/roh-kudus-sebagai-jaminan-berkat/ diunduh tgl. 12-06-2019, pukul 01.48 am
 

Minggu, 05 Mei 2019

ARTI KEENAM MATERAI (WAHYU 6 : 1 -17)

KEENAM MATERAI PERTAMA DIBUKA
1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.
9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.
12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
14 Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

TAFSIRAN AYAT DIATAS
[6:1]  ANAK DOMBA ITU MEMBUKA.
Yesus Kristus sendiri (yaitu, Anak Domba itu) membuka semua meterai yang menyingkapkan hukuman yang menghancurkan dunia (ayat Wahy 6:1,3,5,7,9,12 ). Hukuman-hukuman itu bersifat ilahi, karena telah diserahkan ke dalam tangan Kristus ( Wahy 5:1,7 ; bd. Yoh 5:22 ). Sepanjang kitab Wahyu, hukuman berupa malapetaka itu disebut murka Allah (ayat Wahy 6:16-17; 11:18; 14:10,19; 15:1,7; 16:1,19; 19:15 ).
[6:1] : YANG PERTAMA DARI KETUJUH METERAI ITU.
Beberapa penafsir mengartikan pembukaan meterai yang pertama itu sebagai permulaan tujuh tahun kesengsaraan, masa depan yang penuh penderitaan dan hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan mengarah kepada kedatangan Kristus yang kedua kali (lih. Dan 9:27 ; bd. Yer 30:7 ; Dan 12:1 ; Wahy 6:17; 7:14 ;
lihat art. KESENGSARAAN BESAR ).
Orang lain percaya bahwa meterai-meterai ini menggambarkan masa tiga setengah tahun terakhir dari tujuh tahun kesengsaraan, yang sering disebut kesengsaraan besar. Ada lagi orang lain yang melihatnya sebagai awal dari hukuman Allah menjelang akhir masa itu. Hukuman Allah dinyatakan dalam rentetan-rentetan peristiwa yang berurutan. Rentetan yang pertama adalah tujuh meterai itu (pasal Wahy 6:1-17 ); yang kedua, tujuh sangkakala hukuman (pasal Wahy 8:1-9:21; 11:15-19 ); dan ketiga, "ketujuh cawan murka Allah" (pasal Wahy 16:1-21 ;
lihat cat. --> Wahy 8:1 ). [atau ref. Wahy 8:1 ]
[6:2] SEEKOR KUDA PUTIH.
Empat orang yang menunggang kuda keluar sementara keempat meterai yang pertama dibuka (bd. Za 1:8-17; 6:1-8 ), melambangkan hukuman Allah atas sistem dunia yang telah rusak dan jahat serta orang-orang yang tidak mengenal Allah. Penunggang kuda putih itu dianggap oleh banyak penafsir Alkitab sebagai antikristus ( 1Yoh 2:18 ), penguasa dunia yang akan datang yang akan memulai kegiatannya pada permulaan masa tujuh tahun terakhir itu
(lihat art. ZAMAN ANTIKRISTUS ). 
Ia diizinkan Allah untuk menipu semua orang yang menentang Kristus. Kemenangannya yang mula-mula akan dicapainya tanpa peperangan yang terbuka, sebab damai sejahtera diambil dari bumi mulai dengan penunggang kuda yang kedua (ayat Wahy 6:4 ; bd. Dan 9:26-27 ; 1Tes 5:3 ). Di lain pihak, semua penunggang kuda yang lain merupakan personifikasi, sehingga penunggang kuda putih itu barangkali hanya melambangkan kemenangan atau suatu roh yang kuat dari antikristus yang dilepaskan pada akhir zaman.
[6:4] KUDA ... MERAH PADAM.
Kuda merah padam itu dan penunggangnya melambangkan perang dan kematian dahsyat, yang diizinkan Allah ketika mendatangkan murka-Nya ke atas bumi (bd. Za 1:8; 6:2 ). Masa kesengsaraan itu akan merupakan masa kekerasan, pembunuhan, dan peperangan.
[6:5] SEEKOR KUDA HITAM.
Kuda hitam dan penunggangnya itu melambangkan kelaparan yang besar (bd. Yer 4:26-28 ; Rat 4:8-9; 5:10 ). Kebutuhan-kebutuhan pokok bagi kehidupan akan langka dan harga-harga barang akan sangat tinggi; bala kelaparan akan menyebar ke seluruh dunia. Minyak dan anggur itu menunjuk kepada pohon zaitun dan pokok anggur, yang tidak mengalami kerusakan oleh musim kering sebanyak tumbuh-tumbuhan berbiji. Walaupun kelaparan telah terjadi sepanjang zaman gereja ( Mat 24:7 ), bagian ini berkaitan dengan suatu kelaparan khusus selama masa kesengsaraan.
[6:8] SEEKOR KUDA HIJAU KUNING.
Kuda hijau kuning dan penunggangnya yang bernama Maut itu melambangkan peningkatan kedahsyatan perang, kelaparan, kematian, malapetaka, penyakit, dan binatang-binatang jahat. Hukuman ini akan begitu dahsyat sehingga seperempat penduduk dunia akan terbunuh.
[6:9] DIBUNUH OLEH KARENA FIRMAN ALLAH.
 Ketika meterai yang kelima dibuka, Yohanes melihat apa yang sedang terjadi di sorga. Mereka yang "dibunuh oleh karena Firman Allah" adalah mereka yang mati syahid demi iman mereka dalam Kristus dan kebenaran Firman-Nya.
Mereka diminta untuk bersabar, karena masih ada banyak orang lain lagi yang akan mati karena iman mereka (bd. Wahy 7:13-14; 13:15 ; Wahy 18:24 ; Wahy 20:4 ). Masa kesengsaraan akan menjadi masa penganiayaan yang dahsyat bagi mereka yang menerima Injil dan tinggal setia kepada Allah dan Firman-Nya (lihat cat. --> Wahy 3:10 ;lihat cat. --> Wahy 7:9 ; lihat cat. --> Wahy 14:6 ). [atau ref. Wahy 3:10; 7:9; 14:6 ] Barangkali semua orang yang telah mati syahid pada zaman yang lampau termasuk di antara mereka yang berada di bawah mezbah itu. 
[6:10] MENGHAKIMI DAN ... MEMBALASKAN DARAH KAMI.
Mereka yang ada di sorga berdoa supaya orang jahat yang telah menolak Allah dan membunuh para pengikut-Nya akan dijatuhi hukuman ilahi. Adakalanya Allah menuntun umat-Nya untuk berdoa agar keadilan menang, kejahatan dihancurkan, kebenaran akan ditegakkan di bumi, dan Kristus ditinggikan atas semua yang melawan Dia. Doa itu bukanlah demi pembalasan dendam pribadi, karena itu terbit dari rasa kepedulian bagi Allah, kebenaran, dan penderitaan umat-Nya.


[6:11] SAUDARA-SAUDARA ... YANG AKAN DIBUNUH.
Beberapa orang akan diberikan peluang untuk diselamatkan selama masa kesengsaraan itu, yaitu mereka yang ada di bumi yang tidak pernah mendengar atau mengerti Injil secukupnya. Tetapi, mereka yang telah mendengar Injil sebelum keangkatan gereja, namun tetap hidup dalam dosa tidak akan diberikan kesempatan lagi untuk menerima keselamatan setelah gereja diangkat dari dunia
(lihat art. KEANGKATAN GEREJA ).
Allah akan mendatangkan kesesatan atas mereka, sehingga mereka tidak akan pernah bisa percaya lagi (lihat cat. --> 2Tes 2:10 ; lihat cat. --> 2Tes 2:11 ; lihat cat. --> 2Tes 2:12 ). [atau ref. 2Tes 2:10-12 ]

[6:12] GEMPA BUMI YANG DAHSYAT.
Bencana hukuman Allah yang dilukiskan di sini meliputi suatu goncangan dunia secara fisik, pergolakan alam semesta, dan kegelapan hebat serta kengerian bagi penduduk bumi (ayat Wahy 6:15-17 ; bd. Yes 34:4 ; Yoel 2:30-31 ; Hag 2:6 ; Mat 24:29 ). Ini belum akhir dari kesengsaraan itu. Masih ada meterai yang ketujuh (pasal Wahy 8:1-13 ).

[6:16] RUNTUHLAH MENIMPA KAMI.
Orang-orang berdosa yang tertinggal setelah orang percaya diangkat dari bumi untuk bertemu Tuhan di angkasa ( 1Tes 4:17 ) akan mengalami ketakutan dan keputusasaan yang hebat sementara mereka berusaha untuk lari dan bersembunyi.

[6:16]  MURKA ANAK DOMBA ITU.
Murka Anak Domba yang dilukiskan dalam pasal Wahy 6:1-19:21 harus menyiagakan seluruh pembaca untuk melihat sejauh mana Allah membenci dosa, percabulan, dan kejahatan yang tidak mau bertobat. Murka ini sama dengan murka Allah (bd. Wahy 15:7 ; lihat cat. --> Rom 1:18 ;
lihat cat. --> Ibr 1:9 ). [atau ref. Rom 1:18 ; Ibr 1:9 ] 
Orang yang setia dari jemaat-jemaat Kristus tidak ditetapkan untuk mengalami murka Allah ( 1Tes 5:9 ), karena Yesus telah berjanji untuk meluputkan mereka dari murka yang akan datang
(lihat cat. --> Wahy 3:10 ; lihat cat. --> 1Tes 1:10 ; [atau ref. Wahy 3:10 ; 1Tes 1:10 ] lihat art. KEANGKATAN GEREJA )

TETAP SETIA, TAAT PADA TUHAN DAN 
JANGAN TINGGALKAN TUHAN!
SPB MJGKE MUARA TEWEH

Jumat, 29 Maret 2019

PANDANGLAH SALIB KRISTUS!


Nast Bacaan:
Yohanes 11 : 45 - 57
Kisah lnjil hari ini masih sangat terasa dalam hidup kita sampai saat ini.  Bahwa ada banyak saudara-saudari kita yang berkehendak baik selalu menjadi korban kecemburuan orang yang rakus, entah rakus akan kekayaan duniawi atau rakus akan politik, rakus akan kedudukan. 

Puji Tuhan bahwa dari antara sesama kita yang berkehendak baik, walaupun mereka ditantang dari berbagai sudut kehidupannya, masih tetap berjuang, tanpa putus asa, mempromosikan kebenaran dan kejujuran dalam hidup mereka. 

Bagi orang-orang seperti ini patut kita puji dan doakan terus agar selalu kuat dan sehat. Mudah-mudahan contoh hidup mereka selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk kita.

Kalau saya renungkan kehidupan dari mereka yang selalu mempromosikan kebenaran dan kejujuran, serta berjuang untuk meningkatkan taraf hidup sesama, dari kehidupan miskin ke taraf hidup yang lebih baik dari kehidupan terlantar ke kehidupan yang teroganisir, dari kehilangan hak dan kebebasan menjadi pribadi yang merasa punya harga diri dan kebebasan untuk mengungkapkan pikiran  dalam diri orang ini saya temukan Kristus yang sungguh hidup. 

Kita dapat merasakan dan percaya bahwa orang-orang hebat dalam Injil ini sudah dipenuhi oleh Roh Tuhan. Sabda Tuhan sudah menjadi pelita hidup mereka. Sabda Tuhan sudah menjadi jiwa hidup mereka. Mereka sudah menjadi Kristus bagi orang lain. Sabda Kristus bukan lagi sesuatu yang sangat abstrak, tetapi sebaliknya sungguh hidup dan sangat konkret.

Yesus Kristus yang hari harinya selalu mengajar dan melayani orang sakit membangkitkan orang mati, memperbanyakkan roti dan ikan bagi mereka yang lapar, ditantang oleh mereka yang rakus akan kuasa dan takut akan kehilangan pengikut. 

Dorongan roh jahat ini sungguh sangat kuat dalam diri mereka dan mewujud nyatakan kebencian mereka dengan menyalibkan Yesus Kristus yang tidak bersalah. Kemudian Salib Kristus bukan lagi dilihat sebagai kutukan, tetapi justru sebagai tanda kemenangan. 

Dia yang benar, disalibkan dan buah dari penderitaan dan darah orang benar adalah kemenangan. Lewat Salib,Yesus sudah membawa kemenangan Bagi kita yang mengimani Kristus. Salib sudah diartikan sebagai lambang kemenangan.

Dalam  hidup kadang kita juga alami keterpurukan, dikianati dan disakit. Lewat penderitaan itu tanpa disadari Tuhan memberi kita berkat berlimpah. Kita berdoa semoga Tuhan selalu memberi kita kesabaran dan kekuatan. 

Di kala kita menderita, pandanglah Salib Kristus.  Kristus tahu apa artinya penderitaan karena Dia sendiri sudah mengalaminya. Penderitaan kita tidak seberapa dibandingkan dengan penderitaan Kristus.

Pada tahun 155 M, hiduplah seorang Uskup di kota Smyrna yang bernama, Polycarpus. Dia ditangkap oleh pemerintah Romawi untuk diadili. 

Saat diminta perwira Romawi untuk menyangkal imannya, dia menjawab, “Selama 86 tahun aku berbakti kepada Kristus dan selama itu belum pernah Dia mengecewakan aku. Bagaimana aku dapat mengutuki Raja yang menyelamatkan aku?” 

Sikap teguh dan kesetiaannya kepada Yesus mengakibatkan dirinya dibakar pada sebuah tiang gantungan.

Penderitaan tidak pernah lepas dari hidup manusia. Sebab manusia yang ada di dunia adalah berdosa. Namun, kita perlu membedakan antara penderitaan yang disebabkan karena kesalahan diri sendiri atau karena iman. 

Penderitaan karena kesalahan diri tentu tak patut dipuji, justru dijadikan sebagai cara untuk memperbaiki diri. Penderitaan karena iman dilihat sebagai ganjaran yang mesti kita terima. Meski sebagai sebuah kasih karunia dari Allah, terkadang harus diakui terasa berat untuk ditanggung.

Di sini penulis mengajak umat untuk tidak fokus pada luka dan penderitaannya, tetapi mau melihat Tuhan. Dia yang telah dicaci maki, difitnah, diludahi, dipukuli bahkan sampai dibunuh di kayu salib adalah kekuatan bagi orang percaya. 

Salib adalah lambang kutukan dan penghukuman. Setiap orang yang disalib dianggap sebagai orang yang dikutuk dari hukum pemerintah dan agama. 

Menariknya Yesus tidak tidak menggunakan kekuasaan-Nya untuk menghukumnya. Sebaliknya Dia menerimanya dengan keiklasan sebagai bagian hidup yang harus dijalani demi untuk penyelamatan manusia. 

Keteguhan hati untuk tetap setia, meski penuh penderitaan inilah yang harus dijadikan arah dan pandang umat percaya. Oleh bilur itu kita diselamatakan.

Saat ini banyak sekali orang yang tidak kuat dengan penderitaan hidup. Banyak yang meninggalkan Tuhan karena tidak kuat dengan tekanan, penderitaan, dan kesuskesan hidup. 

Saat kita menderita, marilah kita selalu memandang penderitaan Yesus yang jauh lebih besar. 

Mari Memandang Salib Kristus, yang menjadi kekuatan kita. 

Selamat memasuki Masa Sengsara V. Tuhan Yesus Memberkati!

Rabu, 19 September 2018

MINYAK GOSOK

https://i.ytimg.com/vi/HCt0u0_pWgs/maxresdefault.jpg
Bacaan : Yakubus 5 : 13-18

Alkitab memakai dua macam istilah untuk tindakan "mengoleskan" (minyak). 

Yang pertama berarti mengoleskan minyak gosok untuk memijat, mengobati, atau merawat orang sakit (terluka). Yang kedua, mengoleskan minyak sebagai bagian dari suatu upacara keagamaan. Yang pertama adalah tindakan medis, sedangkan yang kedua tindakan ritual.

Yakobus memakai istilah Yunani yang mengandung pengertian medis. Kala itu penggunaan minyak gosok untuk orang sakit sangat lazim (bdk. Luk. 10:34). 


Boleh dikata, pengolesan minyak mewakili tindakan medis pada saat itu. Jadi, nasihat ini memberi tekanan bukan pada pengolesan minyak melainkan pada doa dalam nama Tuhan. 

Artinya, terhadap orang sakit tidak cukup hanya diobati, ia perlu didoakan. Pengobatan selayaknya dilakukan serentak dengan pelayanan doa. 

Doa yang bersungguh hati amat besar kuasanya (ay. 16). Memberi efek baik secara jasmani maupun rohani (ay. 15-16; 19-20).

Barang siapa mencermati temuan mutakhir dan kemajuan teknologi pengobatan terkini pasti berdecak kagum. Minyak gosok telah berkembang menjadi sinar laser. 


Pertanyaannya, di zaman semaju ini, masihkah doa memiliki tempat yang penting dan mendesak? Tak jarang orang mengucap doa hanya sebagai unsur pelengkap—sementara hati sudah merasa tenang dan yakin pada kecanggihan teknologi medis yang dipakai. 

Doa baru menjadi pelarian ketika ternyata obat tidak bekerja atau tidak tersedia. Di sinilah nasihat Yakobus sungguh patut kita renungkan dengan jujur. 

Masihkah kita berdoa dengan sungguh hati?
JIKA KITA BERIMAN 
SEHARUSNYA TINDAKAN BERDOA MEMILIKI BOBOT
DAN PERAN YANG SAMA, YANG BERLAKU BAGI SEMUA KASUS PENYAKIT

Kamis, 16 November 2017

Renungan Hari Ini

ANCAMAN MENJADI KEKUATAN

Bacaan: Kisah Para Rasul 9:1-22
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kisah Para Rasul 23-25
------------------------------------------------------------------
Film serial dokumenter di televisi, Locked Up Abroad, mengisahkan ancaman atas seseorang atau beberapa orang turis di luar negeri. Penonton digiring agar dapat merasakan ketegangan tokoh utama yang berusaha terlepas dari berbagai ancaman yang menimpa dirinya. Kejadian-kejadian yang menimpanya kerap begitu pelik sehingga penonton akan kesulitan menebak bagaimana tokoh utama dapat meloloskan diri dari jebakan dan kembali ke negaranya.

Jemaat di Yerusalem menghadapi situasi yang sama. Mereka mengalami penganiayaan yang hebat, ditangkapi dan dimasukkan dalam penjara oleh Saulus (Kis. 8:1-3). Maka, ketika Tuhan berfirman kepada Ananias di Damsyik, wajarlah jika Ananias menyebut Saulus sebagai ancaman utama jemaat (ay. 13-14). Namun, jawaban Tuhan sungguh tak terduga. Dia memberitahukan bahwa Saulus adalah orang pilihan untuk memberitakan Injil. Ananias pun akhirnya menerima, mendoakan, dan menyebut Saulus sebagai saudara (ay. 15-17). Saulus, yang tadinya merupakan ancaman, berubah menjadi pemberita Injil yang gigih (ay. 20-22).

Kita hidup pada zaman yang penuh dengan ancaman dan kekerasan. Pergolakan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan maraknya ajaran yang tidak sesuai dengan firman Tuhan berpotensi mengancam kelangsungan hidup jemaat Tuhan. Solusinya adalah tetap berpegang pada firman Tuhan dan mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Dia mampu mengubah ancaman menjadi pembawa kebaikan dan kesejahteraan bagi jemaat-Nya. --HC/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
HANYA TUHAN YANG DAPAT MENGUBAH ANCAMAN
MENJADI PEMBAWA KESEJAHTERAAN.

------------------------------------------------------------------
esdi_pangganti@yahoo.com

KEGIATAN

Peran Kaum Bapak Dalam Keluarga Kristen (Bab 1)

--------------------------------- “Bapak merupakan pilar terdepan dalam menjaga keutuhan sebuah keluarga” (Esdi Pangganti) ----...

Arsip SPB